Berita

Warisan Budaya Dayak yang Sakral,Tradisi Naik Manau dan tari Giring-Giring dalam acara nikahan adat Dayak

Minggu 19 Juli 2026 · 4 dilihat · 1 minggu yang lalu
Warisan Budaya Dayak yang Sakral,Tradisi Naik Manau dan tari Giring-Giring dalam acara nikahan adat Dayak

Desa Mangkupum memiliki keberagaman agama,suku bahkan budaya,salah satunya yaitu tradisi naik manau dan tari giring-giring pada resepsi adat dayak.Naik manau dan tari giring-giring memiliki makna yang erat dengan kehidupan,persatuan,serta harapan akan kebahagiaan bagi pasangan yang menikah.Naik manau adalah salah satu prosesi adat yang melambangkan perjalanan hidup pengantin menuju kehidupan rumah tangga yang baru.manau merupakan sejenis rotan yang berduri yang dalam filosofi dayak melambangkan kekuatan,keteguhan dan kesiapan laki-laki dayak dalam melindungi keluarga.Dalam prosesi naik manau yang memanjat pohon manau adalah mempelai pria/kerabatnya tanpa menggunakan alas kaki.Sedangkan tari giring-giring merupakan tari tradisional dayak menggunakan musik sederhana berupa bambu yang berisi biji-bijian sehingga menghasilkan suara gemerincing saat digerakkan.tarian ini sering dipentaskan dalam menyambut tamu kehormatan maupun memeriahkan upacara adat,termasuk pernikahan.